Sangat penting:
Setelah saya menulis artikel ini, secara mendadak banyak banget orang yang menghubungi saya, minta tolong agar akun Twitter mereka (yang kena hack) dikembalikan. Seakan-akan saya adalah orang yang sangat pintar dalam urusan men-take over akun Twitter yang dibajak.
Perlu saya sampaikan bahwa saya ini hanyalah orang awam. Saya bisa mendapatkan kembali akun saya yang dibajak, alhamdulillah karena saya menjalankan langkah-langkah seperti yang saya baca dari blog orang lain, juga saran teman-teman yang lebih ahli, dan mengikuti prosedur resmi dari Twitter. Saya bukan ahli IT. Bukan ahli hacking. Saya hanya orang awam.
Jika akun Twitter Anda kena hack, saran saya ikuti saja langkah-langkah seperti yang saya tulis di bawah ini. Tak perlu secara khusus bertanya pada saya. Sebab semua sudah saya jelaskan di bawah ini.
Terima kasih 
Seperti yang saya tulis di sini dan di sini, akun Twitter saya – @jonru – kena hack pada tanggal 27 Oktober 2013 lalu. Alhamdulillah, tanggal 8 November 2013, sekitar jam 01.00 WIB, pihak Twitter telah mengembalikan akun tersebut pada saya. Bahagia sekali rasanya!
Karena itu, pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita pada teman-teman sekalian. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang menghadapi kasus serupa.
Berikut saya ceritakan kronologi kejadiannya.
1. Tanggal 27 Oktober 2013, sore hari selepas Ashar, saya online di internet. Waktu itu, kondisi tubuh saya sangat capek dan ngantuk, sehingga kurang konsentrasi. Selama dua hari saya jadi panitia sebuah acara yang cukup melelahkan.
2. Saya pun online di Twitter. Saat itu, di timeline saya membaca tweet seseorang yang bunyinya kira-kira sebagai berikut:
”Jika follower Anda sudah lebih dari 15.000, bisa mendapatkan status VERIFIED ACCOUNT dgn cara mengklik http://……”
Jumlah follower saya ketika itu sudah lebih dari 16.400. Jadi saya pikir, “Berarti sudah memenuhi syarat, nih.”
3. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengklik link tersebut. Tanpa pikir panjang pula, saya memasukkan username dan password saya pada formulir yang tersedia. Saat itu saya benar-benar sedang lengah, khilaf, mungkin karena sedang capek dan ngantuk berat. Padahal selama ini, saya termasuk orang yang sangat tidak mudah tertipu oleh website phishing atau penipuan-penipuan lain di internet. Tapi seperti kata peribahasa, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga 
Padahal saat itu, sebenarnya banyak hal yang mencurigakan pada website phising yang muncul di layar. Begitu terbuka di browser, muncul halaman login yang mengharuskan saya memasukkan username dan password. Padahal saat itu, sebenarnya saya sedang dalam keadaan login di browser. Jadi seharusnya (jika link itu asli dari Twitter), tentu saya tak perlu memasukkan username dan password.
Kejanggalan kedua: Setelah saya memasukkan username dan password, tak ada pesan apapun yang muncul di layar. Hanya tampilan halaman depan yang mirip website Twitter.
Tapi karena sedang tidak konsen, entah kenapa saya kok tidak peduli pada semua kejanggalan tersebut.
4. Sekitar jam 15.45 WIB saya sudah ngantuk berat dan segera tidur.
5. Selepas Isya, saya kembali online di laptop. Saya masuk ke Twitter, dan mencoba untuk login. Ternyata password saya ditolak. Padahal saya sudah memasukkan password yang benar. Segera saya mengklik menu “forget password” untuk me-reset password saya.
6. Di halaman berikutnya, saya memasukkan alamat email saya di isian yang tersedia. Lalu klik SUBMIT.
Ternyata muncul pesan error, “Maaf, alamat email yang Anda masukkan tidak terhubung dengan akun manapun.”
Pada saat itulah saya langsung sadar bahwa akun saya telah kena hack! Password saya telah diganti. Alamat email saya pun diganti oleh si hacker.
7. Segera saya mengecek email. Ternyata benar. Ada orang yang telah mengubah alamat email di akun Twitter saya 
Jadi saya tak mungkin melakukan reset password. Sebab setiap kali melakukannya, konfirmasi password baru masuk ke email si hacker, bukan email saya.
8. Saya pun segera mengklik link yang terdapat pada email tersebut, untuk melaporkan ke Twitter mengenai akun yang kena hack.
9. Setelah mengklik, saya masuk ke sebuah formulir seperti pada gambar di bawah ini. Sekadar info: Formulir ini sebenarnya cukup panjang. Tapi di bagian awal, yang muncul hanya sedikit. Setelah kita memilih opsi, barulah isian-isian berikutnya muncul. Berikut tampilannya.
A. Di tawap awal, yang muncul adalah seperti tampilan berikut. Pada opsi yang tersedia, pilihlah “No”.
B. Setelah memilih “No”, akan muncul tampilan berikutnya seperti pada gambar berikut. Pilihlah “No / Don’t Know”.
C. Berikutnya akan muncul tampilan sebagai berikut. Pilihlah “No, it doesn’t recognize my email address”.
D. Berikutnya akan muncul tampilan sebagai berikut. Pilihlah “No, my email address is still not recognized”.
E. Setelah itu, akan muncul formulir yang harus diisi, seperti gambar berikut.
Penjelasannya:
- Twitter username: Isilah dengan username Twitter Anda tanpa tanda @.
- Your email: Isilah dengan alamat email yang selama ini Anda gunakan di akun Twitter tersebut.
- Last sign in: Masukkan tanggal dan jam terakhir kali Anda login di akun tersebut. Jika tidak ingat, copy paste saja timestamp tweet terakhir yang Anda posting sebelum akun dibajak.
Isian lainnya boleh dikosongkan. Namun pada kolom “Anything else?”, tak ada salahnya Anda tulis beberapa kalimat penjelasan mengenai tragedi hacking tersebut, sebagai informasi penting yang mungkin akan jadi bahan pertimbangan oleh pihak Twitter.
Jika perlu, lampirkan screenshoot tweet terakhir, email pemberitahuan dari Twitter mengenai info perubahan alamat email, dan beberapa data lainnya yang dianggap perlu.
Setelah selesai, klik tombol Submit.
10. Sebuah email balasan pun muncul dari Twitter ke alamat email saya. Saya pun me-reply email tersebut dengan cara menuliskan balasan di atas tulisan seperti terlihat pada gambar (lihat panah merah).
NB: Setelah itu, saya mendapat balasan yang isinya “seram”. Email saya tidak dikenali, sehingga pihak Twitter tidak bisa membantu saya mengatasi masalah hacking tersebut. Penampakannya pada gambar berikut.
Awalnya saya khawatir dan putus asa saat membaca pesan email tersebut. Tapi seorang teman menyarankan agar saya tenang saja. Balas saja email tersebut dan ceritakan masalahnya dengan detil dan jelas.
11. Maka saya pun melakukan langkah ke-9 dan 10 di atas beberapa kali, agar pihak Twitter menaruh perhatian terhadap laporan saya.
12. Ada teman yang memberitahu, bahwa salah satu faktor yang menyebabkan Twitter bersedia mengembalikan akun kita yang kena hack adalah jika kita mengajak teman-teman dekat untuk mengirim pesan rekomendasi kepada Twitter. Karena itu, saya pun mengirim pesan kepada sejumlah teman di Facebook dan Twitter untuk ikut membantu saya.
Alhamdulillah, sejumlah teman bersedia membantu. Terima kasih banyak saya ucapkan ya 
NB: Bantuan teman-teman dilakukan dengan cara mengisi formulir di https://support.twitter.com/forms/general .
Berikut ini penampakannya:
Penting: Pada isia teratas (“Regarding”), pilihlah opsi mana saja SELAIN opsi yang paling bawah. Sebab kalau opsi yang paling bawah (“My issue is not in the list”), maka halaman akan redirect ke halaman seperti pada langkah ke-9 di atas.
Pada isian “Subject”, bisa diisi dengan judul laporan, misalnya, “My friend’s account – @jonru – is hacked”.
Pada isian “Description of problem”, saya waktu itu merekomendasikan teman-teman untuk menulis pesan sebagai berikut:
Dear Twitter,
I hereby declare that the owner of the account @jonru is my friend and I know him well. His email address for this account isjonrusaja @ gmail.com. But his account is now hacked by someone else. Please help to restore the account. Thanks a lot.
13. Saya pun ikut mengisi formulir dihttps://support.twitter.com/forms/general tersebut, sebagai salah satu langkah alternatif untuk meminta bantuan.
14. Selama beberapa hari, saya tawakkal saja. Berharap ada kabar baik dari pihak Twitter. Namun saya sempat pasrah juga. Sudah siap untuk kehilangan akun @jonru. Sebab selama beberapa hari, tak ada perkembangan apapun dari pihak Twitter.
Sebagai langkah cadangan, saya pun membuat akun baru, yakni @jonru21.
NB: Berita baiknya:
Walau sudah di-hack dan saya tak bisa login sama sekali, namun akun @jonru masih terhubung dengan tweetdeck di laptop saya. Jadi saya masih bisa ngetweet dari sana. Kondisi ini pun saya manfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada para follower, bahwa akun @jonru sudah kena hack.
Walau sudah di-hack dan saya tak bisa login sama sekali, namun akun @jonru masih terhubung dengan tweetdeck di laptop saya. Jadi saya masih bisa ngetweet dari sana. Kondisi ini pun saya manfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada para follower, bahwa akun @jonru sudah kena hack.
15. Alhamdulillah, kabar baik pun hadir pada tanggal 1 November 2013. Saya mendapat email berikut dari pihak Twitter.
16. Saya pun segera me-reply email tersebut.
17. Setelah itu saya menunggu dengan tawakkal 
18. Alhamdulillah, tanggal 8 November 2013 sekitar pukul 01.00 WIB, email dari Twitter pun datang, mengabarkan bahwa akun @jonru telah dikembalikan pada saya. Betapa bahagia rasanya!
* * *
Nah, seperti itulah pengalaman saya ketika akun Twitter @jonru kena hack, dan alhamdulilah bisa mendapatkannya kembali dalam waktu 12 hari.
Bahagia sekali rasanya!
Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akunnya juga kena hack ya. Tetap semangat!

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar